PROSES PEMBUATAN GULA DARI TEBU PADA PGX

Standar

proses pembuatan tebu sebagai berikut :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan gula dari tebu pada PG X. dari hasil penelitian diketahui bahwa pada dasarnya proses pembuatan gula di PG X adalah melalui 6 tahap yaitu : stasiun penggilingan, stasiun pemurnian nira, stasiun penguapan, stasiun kristalisasi, stasiun pemisahan, stasiun penyelesaian. Sedangkan utilitas yang digunakan ada 4 yaitu : air, uap, listrik, udara.

Gula merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari kita tidak pernah terlepas dari mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak mengetahui dari apakah bahan baku gula serta bagaimana proses pembuatan gula. Disini peneliti ingin membahas tentang proses pembuatan gula dari tebu di PG X.

Proses yang digunakan adalah proses sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SHS IA. Pengolahan tebu menjadi Kristal melalui beberapa stasiun. Di pembahasan akan membahas secara lebih jelas kegiatan dari awal sampai akhirnya menjadi gula yang siap untuk kita konsumsi.

GULA

Dalam kehidupan sehari-hari orang telah mengenal gula sebagai bahan makanan pokok, baik untuk minuman ataupun makanan. Sebagai sumber utama dari gula adalah dari berbagai macam tanaman, yang dapat digolongkan sebagai penghasil gula antara lain : tebu, beet, kelapa aren, (enau). Untuk daerah tropis tebu merupakan tanaman utama sebagai penghasil gula, disamping kelapa dan enau. Tebu mengandung hidrokarbon yang terjadi dalam tanaman karena proses fotosintesa. Karbohidrat-karbohidrat ini terdiri dari monosakarida (glukosa, fruktosa), disakarida(skharosa), dan polishakarida(selulosa). Dalam fotosintesa terjadi reaksi antara co2 dan h2o dibantu tenaga sinar matahari dan zat hijaun daun(klorofil) menghasilkan karbohidrat monosakarida. Reaksi 6CO2 + 6H2O + kalori ——à C6H1206+602

Contoh hasil analisa batang tebu adalah sebagai berikut:

Monosakarida ……………………………..: 0,5 – 1,50%

Sakhrosa (disakarida)…………………….: 1,0 – 19,00%

Zat organik (abu)……………………………: 0,5 – 1,50 %

Sabut (selulosa, pentose)…………………..: 11,0 – 19,00%

Asam-asam organic…………………………..: 0,15%

Bahan lain (blenok, lilin, zat warna, ikatan N)…………..: 12,00%

Air ………………………………………………: 65,0 – 75,00%

Susunan tebu ini tidak sama untuk semua tebu, tergantung pada keadaan tanah, iklim, pemeliharaan tanaman dan macam tebu. Sakrosa merupakan komponen yang akan dibuat menjadi gula, sehingga senyawa inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya dari tebu untuk dipisahkan dari bagian-bagian lain dan dikristalkan menjadi gula.

Sakrosa adalah karbohidrat yang mempunyai rumus molekul C12h22o11, disakarida yang terdiri dari satu molekul fruktosa. Sifat-sifat fisik sakhrosa: rumus molekul : c12h22011 bentuk Kristal dan tak berwarna mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. Berat jenis : 1,6 titik lebur : 185 derajat C dalam suasana asam mudah terhidrolisa menjadi gula reduksi, peristiwa ini disebut inverse.

Raksi : C12H22O11 + H2O—————-C6H12O6 + C6H12O6

Optis aktif (memutar bidang polarisasi kekanan).

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s